SRMI BERSAMA PRIMA DESAK KEMENDAG TUNTASKAN SENGKARUT MINYAK GORENG
"Aksi kami kemarin hanya diterima oleh Direktur Bahan Pokok. Tapi kami rencana akan melakukan aksi lanjutan, Insyaallah di hari senin besok dan berharap Menteri Perdagangan bisa menjawab kira-kira apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap tuntutan kami tentang masalah minyak goreng,"
Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI) menggelar unjuk rasa di depanKementerian Perdagangan , Jakarta pada Kamis (24/3) pagi.
Ada enam tuntutan yang disampaikan antara lain :
1. Copot Menteri Perdagangan.
2. Cabut izin perusahaan yang menimbun minyak goreng.
3. Usut tuntas mafia minyak goreng.
4. Menekan pemerintah jangan sampai ada monopoli minyak goreng.
5. Stop ekspor minyak goreng dan penuhi kebutuhan dalam negeri,
6. Serta pemerintah harus bertanggung jawab atas dua kasus meninggalnya ibu-ibu saat mengantri minyak goreng.
Wahida mengungkapkan bahwa aksi lanjutan nanti masih akan digaungkan tuntutan yang sama kepada Kementerian Perdagangan. persoalan minyak goreng yang terjadi saat ini seperti sandiwara yang tengah dilakoni oleh pemerintah bersama produsen minyak goreng.
Pasalnya, saat pemerintah mencabut aturan HET, seketika keberadaan minyak goreng yang sebelumnya langka di pasaran menjadi melimpah selang waktu hanya semalam.
Selain itu, para massa aksi turut menuntut pemerintah agar segera mengusut tuntas para mafia minyak goreng yang menyulitkan rakyat. Menteri Perdagangan pernah berjanji akan mengumumkan nama-nama tersangka mafia minyak goreng pada Senin (21/3) namun, hingga kini nama-nama itu belum terdengar ke telinga publik.
Dengan demikian, Wahida menilai, pemerintah tidak mempunyai kendali apa-apa dalam menghadapi persoalan minyak goreng yang sebenarnya situasi kelangkaan diciptakan oleh para produsen.
Dengan demikian, Wahida menilai, pemerintah tidak mempunyai kendali apa-apa dalam menghadapi persoalan minyak goreng yang sebenarnya situasi kelangkaan diciptakan oleh para produsen.
"Kami minta pemerintah jangan sampai hal ini menjadi bola liar, dan menjadi kelihatan sekali pemerintah tidak berdaya di hadapan para pengusaha. Kalau ini yang terjadi artinya ya memang benar bahwa pemerintah berada di dalam lingkaran oligarki itu sendiri," ucapnya.
Lebih lanjut, Wahida menyampaikan tetap akan melakukan aksi kepada pemerintah hingga harga minyak goreng bisa turun seperti sedia kala.
"Ini yang membuat kami menuntut pemerintah segera bertanggung jawab dan menyelesaikan persoalan ini dari hulu hingga hilir. Pemerintah kami minta dapat kendalikan harga bukan melepas ke mekanisme pasar. Yang pasti soal kenaikan harga minyak goreng secara keseluruhan telah menyulitkan warga," pungkasnya.
Lebih lanjut, Wahida menyampaikan tetap akan melakukan aksi kepada pemerintah hingga harga minyak goreng bisa turun seperti sedia kala.
"Ini yang membuat kami menuntut pemerintah segera bertanggung jawab dan menyelesaikan persoalan ini dari hulu hingga hilir. Pemerintah kami minta dapat kendalikan harga bukan melepas ke mekanisme pasar. Yang pasti soal kenaikan harga minyak goreng secara keseluruhan telah menyulitkan warga," pungkasnya.
Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI) menggelar unjuk rasa di depan
Copot kemendag sekarang juga, kami anggap sudah melalaikan kepentingan dan kebutuhan rakyat, pernyataan pemerintah staf mentri kemendag soal minyak ada tekanan dari negara lain, pemerintah yg bodoh kalau mementingkan negara lain ketimbang negaranya sendiri,
Kami menduga mentri perdagangan takut sama oligarki, kegagalan mengontrol harga minyak goreng bentuk ketidak becusan dalam mengurus persoalan pangan rakyat
ujar aris clowor ketua DPW DKI JAKARTA Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)
Massa aksi yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (DPN SRMI) menggelar demo di depan gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta Pusat. Mereka menuntut pemerintah untuk menurunkan harga minyak goreng.



.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar