Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SMRI) menggelar aksi di depan Gedung KPK, Jakarta Selatan.
Belakangan di ketahui bersama, di balik penyerahan tes PCR ke mekanisme pasar, ternyata ada penyelenggara negara yang diduga terlibat berbisnis tes PCR yaitu PT Genomik Solidaritas Indonesia, salah satu perusahaan penyedia jasa PCR, punya kaitan dengan dua pejabat penting di pemerintahan Jokowi, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir,
Dugaan keterlibatan kedua pejabat negara itu dalam bisnis PCR sangat melukai rasa kemanusiaan. Bisnis PCR di tengah pandemi bukan hanya memperburuk situasi pandemi, tetapi juga merampok uang rakyat.
Atas dasar itu, SMRI mendesak KPK untuk mengusut tuntas adanya dugaan permainan bisnis PCR oleh pejabat negara. SMRI meminta KPK independen dan transparan.”Mendesak KPK untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan pendekatan hukum yang independen dan transparan,” ungkap Wahida.
Tak hanya itu, SMRI, juga menuntut Presiden Jokowi untuk menggratiskan PCR. Hal itu kata Wahida, semata-mata untuk kebaikan seluruh rakyat Indonesia.”Menuntut Presiden Joko Widodo untuk menggratiskan tes PCR untuk seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.
Sebelumnya, Prima telah melaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; dan Menteri BUMN, Erick Thohir ke KPK. Diduga, Luhut dan Erick Thohir terlibat dalam bisnis PCR melalui perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti laporan soal dugaan bisnis PCR yang diduga melibatkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri BUMN Erick Thohir. Alex mengatakan KPK akan mendalami Waketum Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), Alif Kamal, selaku pelapor.
“Laporannya seperti apa tentu nanti laporan tersebut ditelaah terhadap para pihak yang melaporkan yang akan kita klarifikasi apakah ada bukti-bukti awal yang untuk ditindak lanjuti ke tingkat penyelidikan misalnya,” Alex kepada wartawan, Rabu (17/11).
RAKYAT SUDAH SUSAH EKONOMI NYA MASIH DIPAKSA HARUS BAYAR BIAYA PCR YANG SEHARUSNYA BISA GRATIS JIKA PEMERINTAH PEDULI!!!
Klik 👉👉👉 ORASI ARIS CLOWOR
sumber berita dari berbagai media